Jumat, 18 Oktober 2019

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN KONTRUKSI

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN KONTRUKSI

Kevin Raven D.
4IC07



Pengertian dan tujuan kesehatan dan keselamatan kerja
     Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit/gangguan –gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum.

Keselamatan kerja sama dengan Hygiene Perusahaan:
      Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut :
  1. Sasarannya adalah manusia
  2. Bersifat medis.
Tujuan K3
      Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.
      Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman, 1990) :
  1. Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat.
  2. Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan.
Penyebab Dasar
1. Faktor manusia/pribadi, antara lain karena :
    a. kurangnya kemampuan fisik, mental, dan psikologis
    b. kurangny/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian.
    c. stress
    d. motivasi yang tidak cukup/salah

2. Faktor kerja/lingkungan, antara lain karena :
    a. tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan
    b. tidak cukup rekayasa (engineering)
    c. tidak cukup pembelian/pengadaan barang
    d. tidak cukup perawatan (maintenance)
    e. tidak cukup alat-alat, perlengkapan dan berang-barang/bahan-bahan.
    f. tidak cukup standard-standard kerja
    g. penyalahgunaan


alat keselaman diri dilingkungan pabrik

  1. Sabuk Keselamatan (safety belt)
         Alat pelindung ini digunakan untuk menghindari terjadinya benturan pada saat berkendara, misalnya mobil, pesawat terbang, alat berat dan lain-lain.


 2. Sepatu Karet (sepatu boot)
     
Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

3. Sarung Tangan (Gloves)
Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
4. Masker (Respirator)
Masker dapat berfungsi sebagai pelindung hidung dan penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat yang memiliki kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).




5. Tali Pengaman (Safety Harness)
Pada pekerjaan yang berada di ketinggian, sangat memerlukan alat pelindung diri berupa tali pengaman (safety harness). Alat pelindung diri ini digunakan jika bekerja pada ketinggian lebih dari 1.8 meter. Hal ini akan melindungi pekerja agar terhindar dari potensi jatuh dari ketinggian.
7. Sepatu pelindung (safety shoes)

Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

8. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)
Pada pekerjaan pengelasan maupun pekerjaan permesinan perlu menggunakan pelindung mata. Hal ini untuk melindungi mata dari percikan api ataupun serpihan dari besi yang mengalami proses pengerjaan permesinan.

9. Safety Helmet (Helm pelindung kepala)


10. Pelindung wajah
untuk melindungi wajah dari percikan gerinda maupun las pada kontruksi.

11. Jas Hujan
Untuk melindungi dari air pada kegiatan disaat hujan dan lainnya



jenis-jenis kecelakaan yang dapat terjadi di sektor Kontruksi antara lain :


  • Kemungkinan jatuh dari ketinggian
  • Kejatuhan barang dari atas
  • Terinjak
  • Terkena barang yang runtuh, roboh
  • Berkontak dengan suhu panas, suhu dingin, lingkungan yang beradiasi pengion dan non pengion, bising
  • Terjatuh, terguling
  • Terjepit, terlindas
  • Tertabrak
  • Terkena benturan keras
Penanggulangan Resiko Kecelakaan Kerja:

1. Mengerti Kebijakan dan Ketentuan Perusahaan

tips keselamatan kerja di pabrik pertama yang perlu Anda mengerti, baik dalam sektor apa pun yaitu tentang kebijakan dan ketentuan yang telah berlaku dan diputuskan termasuk dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja. Mengerti dengan benar dan pastikan apabila Anda memperoleh keterangan secara detail tentang kebijakan dan ketentuan perusahaan itu.

2. Kenali Tempat Kerja Anda

Coba untuk mengetahui tempat kerja Anda, dan menerapkan safety tips di tempat kerja, termasuk sistem produksi dan bagaimana cara yang tepat dalam memakai alat-alat didalam pabrik.

3. Jangan Meremehkan Bahaya

Langkah lainnya cara menjaga keselamatan kerja yang dapat Anda lakukan selama bekerja di pabrik yaitu memahami kalau pastinya akan banyak resiko yang dapat terjadi selama Anda bekerja. Karenanya sangat diharapkan bagi Anda untuk memiliki kewaspadaan yang tinggi. Kecelakaan dalam bekerja terkadang mungkin karena sebab kecerobohan dari para pekerja.

4. Selalu Pakai Peralatan Safety

Untuk menjamin keselamatan kerja selama didalam pabrik, pesan pesan keselamatan dalam bekerja pakai semua peralatan safety yang disiapkan oleh perusahaan Anda. Dari mulai sepatu safety, kacamata, sarung tangan dan helm. Semua peralatan safety ini adalah standar yang perlu dipatuhi oleh setiap karyawan.

5. Ikuti Pelatihan Profesional

Hal lainnya yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehetan dan keselamatan kerja di pabrik yaitu dengan mengikuti pelatihan secara teratur. Pelatihan-pelatihan seperti ini sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk karyawan baru saja, tetapi bisa juga diikuti oleh karyawan-karyawan yang sudah lama bekerja. Biasanya didalam pelatihan itu juga akan dijelaskan dengan detail teori dan komponen praktis yang bisa dipakai untuk membantu pekerjaan didalam pabrik. Pelatihan ini sangat menguntungkan untuk pekerja yang memiliki resiko cukup tinggi.

6. Tugas-tugas Berisiko Memerlukan Perencanaan dan Komunikasi

Ketika Anda sedang merencanakan sebuah tugas, maka Anda tidak hanya memikirkan tentang penyelesaian pekerjaan itu secara efektif, tetapi juga perlu Anda fikirkan mengenai resource lainnya, misalnya seperti penambahan uang dan waktu yang dapat terkait dengan keselamatan kerja.
Dalam memenuhi target waktu dan kwalitas pekerjaan, pastinya Anda tidak bisa mengabaikan keselamatan kerja Anda. Semua resiko pekerjaan yang ada harus Anda pertimbangkan dengan matang. Bagi Anda yang berperan jadi pemimpin, sudah jadi tugas Anda untuk memberi intruksi yang jelas untuk setiap bawahan Anda.

7. Dokumen prosuder keselamatan

cara mengatasi lingkungan kerja yang tidak aman, maka semua anggota tim harus ketahui apa yang perlu dilakukan. Hingga Anda perlu memahami dengan jelas prosedur keselamatan yang ada. Setiap pabrik atau perusahaan pastinya harus menampilkan dengan jelas tempat yang bisa mudah di akses semua keryawan ketika terjadi kecelakaan kerja.
Sekian tips tentang keselamatan kerja di pabrik dan usaha usaha untuk meningkatkan kesehatan kerja. Pastinya setiap karyawan di dalamnya harus menataati setiap prosedur yang telah ditetapkan guna meminimalkan/mengurangi resiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.





Kamis, 17 Oktober 2019


KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN INDUSTRI

Kevin Raven D.
4IC07



Pengertian dan tujuan kesehatan dan keselamatan kerja
     Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit/gangguan –gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum.

Keselamatan kerja sama dengan Hygiene Perusahaan:
      Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut :

  1. Sasarannya adalah manusia
  2. Bersifat medis.
Tujuan K3
      Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.
      Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman, 1990) :
  1. Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat.
  2. Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan.
Penyebab Dasar
1. Faktor manusia/pribadi, antara lain karena :
    a. kurangnya kemampuan fisik, mental, dan psikologis
    b. kurangny/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian.
    c. stress
    d. motivasi yang tidak cukup/salah

2. Faktor kerja/lingkungan, antara lain karena :
    a. tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan
    b. tidak cukup rekayasa (engineering)
    c. tidak cukup pembelian/pengadaan barang
    d. tidak cukup perawatan (maintenance)
    e. tidak cukup alat-alat, perlengkapan dan berang-barang/bahan-bahan.
    f. tidak cukup standard-standard kerja
    g. penyalahgunaan

alat wdwd
alat keselaman diri dilingkungan pabrik
  1. Sabuk Keselamatan (safety belt)
         Alat pelindung ini digunakan untuk menghindari terjadinya benturan pada saat berkendara, misalnya mobil, pesawat terbang, alat berat dan lain-lain.


 2. Sepatu Karet (sepatu boot)
     
Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

3. Sarung Tangan (Gloves)
Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
4. Masker (Respirator)
Masker dapat berfungsi sebagai pelindung hidung dan penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat yang memiliki kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).




5. Tali Pengaman (Safety Harness)
Pada pekerjaan yang berada di ketinggian, sangat memerlukan alat pelindung diri berupa tali pengaman (safety harness). Alat pelindung diri ini digunakan jika bekerja pada ketinggian lebih dari 1.8 meter. Hal ini akan melindungi pekerja agar terhindar dari potensi jatuh dari ketinggian.
7. Sepatu pelindung (safety shoes)

Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

8. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)
Pada pekerjaan pengelasan maupun pekerjaan permesinan perlu menggunakan pelindung mata. Hal ini untuk melindungi mata dari percikan api ataupun serpihan dari besi yang mengalami proses pengerjaan permesinan.

9. Safety Helmet (Helm pelindung kepala)
Alat ini berfungsi untuk melindungi kepala dari benda yang berpotensi mengenai kepala secara langsung maupun tidak langsung. 


Jenis-jenis kecelakaan yang dapat terjadi di sektor industri antara lain :

Elektronik (manufaktur)

  • Teriris, terpotong
  • Terlindas, tertabrak
  • Berkontak dengan bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya
  • Kebocoran gas
  • Menurunnya daya pendengaran, daya penglihatan

Produksi metal (manufaktur)

  • Terjepit, terlindas
  • Tertusuk, terpotong, tergores
  • Jatuh terpeleset
  • Terjadinya kontak antara kulit dengan cairan metal, cairan non-metal

Petrokimia (minyak dan produksi batu bara, produksi karet, produksi karet, produksi plastik)

  • Terjepit, terlindas
  • Teriris, terpotong, tergores
  • Jatuh terpeleset
  • Tertabrak
  • Terkena benturan keras
  • Terhirup atau terjadinya kontak antara kulit dengan hidrokarbon dan abu, gas, uap steam, asap dan embun yang beracun
  • Rawan dengan bahan bakar yang mudah terbakar.

Konstruksi

  • Kemungkinan jatuh dari ketinggian
  • Kejatuhan barang dari atas
  • Terinjak
  • Terkena barang yang runtuh, roboh
  • Berkontak dengan suhu panas, suhu dingin, lingkungan yang beradiasi pengion dan non pengion, bising
  • Terjatuh, terguling
  • Terjepit, terlindas
  • Tertabrak
  • Terkena benturan keras
Penanggulangan Resiko Kecelakaan Kerja:

1. Mengerti Kebijakan dan Ketentuan Perusahaan

tips keselamatan kerja di pabrik pertama yang perlu Anda mengerti, baik dalam sektor apa pun yaitu tentang kebijakan dan ketentuan yang telah berlaku dan diputuskan termasuk dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja. Mengerti dengan benar dan pastikan apabila Anda memperoleh keterangan secara detail tentang kebijakan dan ketentuan perusahaan itu.

2. Kenali Tempat Kerja Anda

Coba untuk mengetahui tempat kerja Anda, dan menerapkan safety tips di tempat kerja, termasuk sistem produksi dan bagaimana cara yang tepat dalam memakai alat-alat didalam pabrik.

3. Jangan Meremehkan Bahaya

Langkah lainnya cara menjaga keselamatan kerja yang dapat Anda lakukan selama bekerja di pabrik yaitu memahami kalau pastinya akan banyak resiko yang dapat terjadi selama Anda bekerja. Karenanya sangat diharapkan bagi Anda untuk memiliki kewaspadaan yang tinggi. Kecelakaan dalam bekerja terkadang mungkin karena sebab kecerobohan dari para pekerja.

4. Selalu Pakai Peralatan Safety

Untuk menjamin keselamatan kerja selama didalam pabrik, pesan pesan keselamatan dalam bekerja pakai semua peralatan safety yang disiapkan oleh perusahaan Anda. Dari mulai sepatu safety, kacamata, sarung tangan dan helm. Semua peralatan safety ini adalah standar yang perlu dipatuhi oleh setiap karyawan.

5. Ikuti Pelatihan Profesional

Hal lainnya yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehetan dan keselamatan kerja di pabrik yaitu dengan mengikuti pelatihan secara teratur. Pelatihan-pelatihan seperti ini sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk karyawan baru saja, tetapi bisa juga diikuti oleh karyawan-karyawan yang sudah lama bekerja. Biasanya didalam pelatihan itu juga akan dijelaskan dengan detail teori dan komponen praktis yang bisa dipakai untuk membantu pekerjaan didalam pabrik. Pelatihan ini sangat menguntungkan untuk pekerja yang memiliki resiko cukup tinggi.

6. Tugas-tugas Berisiko Memerlukan Perencanaan dan Komunikasi

Ketika Anda sedang merencanakan sebuah tugas, maka Anda tidak hanya memikirkan tentang penyelesaian pekerjaan itu secara efektif, tetapi juga perlu Anda fikirkan mengenai resource lainnya, misalnya seperti penambahan uang dan waktu yang dapat terkait dengan keselamatan kerja.
Dalam memenuhi target waktu dan kwalitas pekerjaan, pastinya Anda tidak bisa mengabaikan keselamatan kerja Anda. Semua resiko pekerjaan yang ada harus Anda pertimbangkan dengan matang. Bagi Anda yang berperan jadi pemimpin, sudah jadi tugas Anda untuk memberi intruksi yang jelas untuk setiap bawahan Anda.

7. Dokumen prosuder keselamatan

cara mengatasi lingkungan kerja yang tidak aman, maka semua anggota tim harus ketahui apa yang perlu dilakukan. Hingga Anda perlu memahami dengan jelas prosedur keselamatan yang ada. Setiap pabrik atau perusahaan pastinya harus menampilkan dengan jelas tempat yang bisa mudah di akses semua keryawan ketika terjadi kecelakaan kerja.
Sekian tips tentang keselamatan kerja di pabrik dan usaha usaha untuk meningkatkan kesehatan kerja. Pastinya setiap karyawan di dalamnya harus menataati setiap prosedur yang telah ditetapkan guna meminimalkan/mengurangi resiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.




Kamis, 16 Mei 2019

TEKNIK PERAWATAN MESIN

TUGAS TEKNIK PERAWATAN MESIN


Perawatan merupakan Suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, memperbaikinya sampai pada suatu kondisi yang dapat diterima. oleh karena itu untuk sebuah barang yang tentunya memiliki kegunaan dan cara kerjanya yang berulang-ulang tentunya dapat mengakibatkan adanya penurunan kualitas dan kinerja. maka dibutuhkan adanya perawatan yang dimana hal-hal tersebut dapat diminimalisirkan.
perawatan itu sendiri ada berbagai jenis. berikut adalah jenis dan studi kasus perawatannya sebagai berikut:

Perawatan Frekuentif 
merupakan suatu kegiatan perawatan pada alat/barang yang dilakukan berdasarkan jangka waktu atau pemakaian yang sudah ditetapkan. pada perawatan ini contohnya pada kendaraan sepeda motor yang dimana mesin memerlukan pergantian oli sesuai standar pabrik. pada standar jadwal service motor Honda sudah mempunyai jadwal frekuentif perawatan berdasarkan kilometer pemakaian motor seperti gambar berikut:
contohnya pada penggantian oli rutin dimaksimalkan per 4000 KM penggunaan motor. tentunya oli juga diusahakan disesuaikan dengan spesifikasi motor tersebut.
telatnya pergantian oli tentunya sangat tidak dianjurkan karena mempengaruh terhadap performa dan durabilitas mesin tersebut. ada beberapa kasus oli sudah lama tidak diganti maka terjadinya penyusutan hingga mesin terjadi overheat sehingga piston dan silinder memuai hingga macet total sehingga tingkat kerusakan yang didapat jauh lebih buruk.

Perawatan Korektif
perawatan Korektif merupakan bentuk perawatan yang dimana melakukan perbaikan kondisi setelah adanya indikasi kerusakan. Berbeda dengan frekuentif yang dimana perawatan dilakukan secara berkala dan bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan. perawatan ini biasanya dilakukan dengan cara mengganti suku cadang dan merekondisi ulang mesin tersebut. Contohnya pada kasus motor yang jarang mengganti oli sehingga oli tidak melumasi silinder dengan baik hingga terjadinya over friction dan permukaan silinder menjadi tidak simetris. Bila dibiarkan maka motor pada awalnya akan terasa kasar, bising, Loss Kompresi dan asap putih pekat diakibatkan oli masuk keruang bakar seperti yang ditunjukan gambar berikut

Diagnosa Kerusakan Mesin
pada kondisi mesin yang terlanjur rusak, untuk memperbaikinya perlu mendiagnosa terlebih dahulu penyebabnya apa. Banyak faktor yang bisa membantu diagnosa tersebut seperti menggunakan alat uji, pengecekan konvensional hingga pengalaman mekanik itu sendiri. Maka dari itu 3 faktor tersebut harus bisa dimanfaatkan dan disediakan. Contohnya jika sebuah sepeda motor mengalami lampu redup maka mekanik akan mengecek terlebih dahulu lampu tersebut apakah putus atau tidak. Jika tidak, maka diperlukan alat Multi tester yang dimana perlu diselidiki apakah tegangan dan arus yang diterima cukup atau tidak. Bahkan perlu dicek kembali apakah spull lemah apa tidak.

Minggu, 14 Oktober 2018

Re-Search Penulisan Ilmiah



1.1              Latar Belakang
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dibidang manufacturing yang menurut semua kalangan intelektual untuk lebih maju dalam berpikir dan menciptakan komponen pendukung maupun suatu unit produk yang di butuhkan dalam dunia industri. Seperti halnya perusahaan-perusahaan pembuat alat pendukung angkutan truk yang sangat dibutuhkan dalam perusahaan perkebunan dan pertambangan.
Dump Truck (dump truk) merupakan alat berat yang berfungsi untuk mengangkut atau memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (> 500m). Dump Truck biasa digunakan untuk mengangkut material alam seperti tanah, pasir, batu split, hasil perkebunan dan material olahan seperti beton kering pada proyek konstruksi. Umumnya material yang dimuat pada dump truck oleh alat pemuat seperti excavator backhoe atau loader. Untuk membongkar muatan material bak dump truck dapat terbuka dengan bantuan sistem hidrolik.
Faktor-faktor yang terpenting dalam proses produksi bak truk adalah proses pertama yaitu pemilihan bahan yang sesuai dengan jenis beban yang akan di aplikasikan, proses yang kedua yaitu proses pembentukan suatu lembaran plat yang di bentuk menjadikan suatu bentuk bagian-bagian dengan cara pembentukan pemotongan (Shearing) dan penekukan (Bending) oleh mesin yang telah di tentukan, proses yang ketiga yakni proses pengelasan (welding) sesuai dengan welding map jika sesuai dengan penggunaan aplikasinya maka Dump Truck khususnya bagian pada bak pun akan bekerja sesuai dengan fungsi kerjanya yakni sebagai penyimpanan dan angkutan material yang diinginkan.
           Hal tersebut di atas adalah yang melatar belakangi setiap langkah dan usaha kita dalam hal cara proses produksi Dump Truck yang baik dan benar. Salah satunya adalah proses produksi dasar untuk Bak Dump Truck berkapasitas 8 CBM. Dalam pembuatan dasar bak Dump Truk ini juga membutuhkan mesin-mesin produksi berkualitas dan operator sangat berperan penting demi kelancaran produksi.      
1.2              Permasalahan
Proses pembuatan dasar untuk Dump truck, memerlukan beberapa proses khususnya untuk membuat bak dump truk tersebut, mesin-mesin yang digunakan digolongkan 3 bagian utama diantaranya mesin pembentukan material, mesin penyatuan material dan mesin pembersih serta pengecatan material.
1.3       Batasan Masalah
            Pembatasan masalah dalam penulisan ilmiah ini adalah mengenai proses pembuatan dasar untuk Bak Dump truck 8 m3 yang meliputi :
  1. Menjelaskan mesin-mesin yang digunakan untuk pembuatan dasar Bak Dump Truck 8 m3.
  2. Menjelaskan tahapan proses pembuatan dasar untuk Bak Dump Truck 8 m3.

`1.4      Tujuan
            Berikut adalah tujuan dari penulisan ilmiah ini antara lain:
  1. Untuk mengetahui proses pembuatan Dump Truck khususnya untuk Bak Dump Truk 8 m3 yang digunakan sebagai tempat angkutan material pada kegiatan pertambangan dan perkebunan.
  2. Dapat menganalisa jumlah penggunaan kawat las pada satu unit Bak Dump Truck.

Jumat, 06 Juli 2018

Dampak dari isu teror pengeboman

Berikut adalah karya tulis saya untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Gunadarma.

Selasa, 31 Oktober 2017

AMDAL DARI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA


AMDAL DARI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA



        seperti yang kita ketahui, bahwa limbah merupakan zat sisa dari sebuah kegiatan tertentu. Limbah ini tentunya wajib kita perhatikan, karena dapat menimbulkan hal yang buruk bagi lingkungan disekitarnya. Bagi secara langsung atau tidak langsung. Limbah dapat kita temukan dari hasil kegiatan Pabrik, rumah tangga dan lain-lain. Limbah bisa berbentuk cairan, padat, gas hingga suara. Dengan adanya limbah itu kita dapat menganalisis apa dampak dari sesuatu kegiatan tertentu. sebelum membahas yang lebih jauh, kita akan sedikit membahas apa itu AMDAL.

        Analisis dampak lingkungan (di Indonesia, dikenal dengan nama AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang “Izin Lingkungan Hidup” yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal.

       Pengertian Analisis Mengenai Dampak LIngkungan (AMDAL) menurut PP Nomor 27 tahun 1999 pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain analisis dampak lingkungan adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak, dan jika ya, maka akan diberikan jalan alternatif pencegahannya atau suatu hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak peting terhadap lingkungan hidup.

Jenis – Jenis AMDAL :

AMDAL TUNGGAL adalah hanya satu jenis usaha dan atau kegiatan yang berkewenang pembinaan dibawah satu instansi yang membidangi usaha dan atau kegiatan

AMDAL TERPADU ATAU MULTISEKTORAL adalah hasil kajian mengenai dampak besar dan penting usaha atau kegiatan terpadu yang direncanakan terhadap LH dan melibatkan lebih dari 1 instansi yang membidangi kegiatan tersebut

AMDAL KAWASAN adalah hasil kajian mengenai dampak besar dan penting usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap LH dalam satu kesatuan hamparan ekosistem zona pengembangan wilayah sesuai dengan RT atau RW yang ada.

Tujuan dan Fungsi AMDAL

Tujuan : Secara umum menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin

Fungsi :

  • Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
  • Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelola dan pemantauan lingkungan hidup
  • Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak ditimbulkan dari suatu rencana usaha dann atau kegiatan
  • Awal dari rekomendasi tentang izin usaha
  • Sebagai Scientific Document dan Legal Document
  • Izin Kelayakan Lingkungan
  • Menunjukkan tempat pembangunan yang layak pada suatu wilayah beserta pengaruhnya
                                                                                                                                     
Sebagai masukan dengan pertimbangan yang lebih luas bagi perencanaan dan pengambilan keputusan sejak awal dan arahan atau pedoman bagi pelaksanaan rencana kegiatan pembangunan termasuk rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan.



Setelah membahas tentang AMDAL itu sendiri, kita mulai membahas topik yang utama yaitu dampak lingkungan dari kegiatan Rumah Tangga.

walaupun rumah tangga tidak melakukan kegiatan produksi seperti pabrik-pabrik, ternyata juga memiliki sebuah Limbah yang bervariasi. Kita harus memahami hal ini, karena sangat penting demi menjaga kelestarian dan kesehatan dari adanya zat yang kita sebut limbah. 



diatas salah satunya limbah cairan yang dihasilkan dari pencucian berbahan deterjen. Tentunya limbah ini tidak baik secara langsung bagi ekosistem disungai. Dengan adanya ini, tentunya cukup berbahaya untuk kesehatan manusia juga. Selagi manusia itu mengkonsumsi air sungai tersebut.
perlu adanya Filter atau kegiatan untuk mengurangi adanya limbah tersebut. Hal ini masih cukup sulit untuk mengurangi adanya pembuangan air limbah deterjen disungai.


berikut merupakan limbah yang dapat dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Sampah pasti sudah hal yang terbiasa terlihat. Tidak hanya di lingkungan rumah saja, namun di sekolah, kantor sampai dijalanan pun ada. Namun masih saja ada yang masih kurang peduli dengan lingkunga dengan membuang sampah dimana saja. 
perlu adanya kesadaran dari manusia itu sendiri. Karena apabila terus berlanjut, lambat laun makin terasa dampaknya dari segi estetika, kesehatan dan ekosistem.

Salah satu penyebab banjir di Kota Kota besar adalah sampah yang memenuhi sungai sehingga sungai meluap tak terkontrol.

diatas merupakan WC yang disitu juga menghasilkan limbah dari zat sisa manusia yaitu tinja. Tinja itu sendiri disimpan kedalam tank septic didalam tanah. Namun masih ada saja manusia yang membuang hajat disungai. tentunya sangat tidak baik bagi lingkungan sungai itu sendiri. 

Diatas merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Disini saya menganalisis bahwa limbah itu harus cepat ditangani. Karena cukup berpengaruh pada ekosistem sekitar. Disini kita sebagai manusia harus peduli, harus bisa menempatkan suatu limbah yang benar. Dan dengan ilmu pengetahuan yang semakin maju, limbah-limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali. contohnya sampah plastik yang dapat kita daur ulang menjadi pernak-pernik. Septic tank dapat kita manfaatkan gas nya menjadi Bio Gas sebagai bahan bakar pengganti gas LPG, dan masih banyak lagi. 


TENTANG K3 DI BIDANG JASA (PELABUHAN)

TENTANG K3 DI BIDANG JASA (PELABUHAN) 1.1       Pengertian K3 Di Bidang Jasa Kesehatan kerja adalah merupakan bagian dari kesehatan m...