Rabu, 02 November 2016

KEGANJILAN LAGU "BOHEMIAN RHAPSODY"


MISTERI "BOHEMIAN RHAPSODY"


Empat puluh tahun setelah direkam, lagu Bohemian Rhapsody dari Queen masih terdengar 'edan'.
Lagu itu terus berjaya sebagai sebuah karya yang luas biasa jenius dan bukan sekadar hiburan usang untuk menunjukkan kenekatan -sesuatu yang biasa terjadi dari generasi ke generasi.
Dengarkan lagu itu sekarang, dan Anda akan segera berpindah ke mobil milik Wayne dan Garth dalam film Wayne's World, menghentak-hentakkan kepala dan menggebrak-gebrak dashboard saat cabikan gitar Brian May menghentak.
Atau Anda akan merapalkan “Scaramouche, Scaramouche, will you do the fandango?” bersama Freddie Mercury dengan suara bak penyanyi opera.
Rock progresif yang dikemas seperti opera itu telah terjual lebih dari 6 juta kopi di seluruh dunia.
Ini merupakan penjualan album rock terbesar sepanjang masa.

Image captionBohemian Rhapsody merupakan lanjutan dari lagu Killer Queen, lagu pertama band itu yang menduduki top 40, di Amerika Serikat.

Dan 15 tahun setelah pertama kali direkam, lagu tersebut dua kali menempati posisi puncak dalam top 10, meskipun lagu itu dua kali lebih panjang daripada hit single pada umumnya –hampir 6 menit lamanya.
Di tahun 1976, lagu itu melejit ke posisi pertama di Inggris dan menjadi lagu pertama band itu yang masuk dalam top 10 hit di Amerika Serikat.
Lagu itu bertengger selama 17 minggu di tangga lagu-lagu teratas.
Pada tahun 1992, lagu tersebut kembali menduduki Amerika top 10 selama tiga bulan, berkat perannya dalam komedi Hollywood yang dibintangi Mike Myers dan Dana Carvey, Wayne's World.
Di masa digital sekarang, lagu ini memiliki pengaruh yang sama besarnya, berada di peringkat 10 lagu-lagu yang paling sering diunduh dalam sejarah musik rock.

A night at the opera

Lagu ini menandai tahun titik balik bagi kuartet dari Inggris tersebut.
Bohemian Rhapsody merupakan lanjutan dari Killer Queen, single yang menjadi lagu pertama band itu yang masuk dalam top 40 di Amerika Serikat pada paruh pertama tahun 1975 dan membuka jalan bagi tour besar-besaran.
Kesuksesan Killer Queen meningkatkan kewaspadaan baru terhadap apa yang akan menjadi album keempat Queen, A Night at the Opera.
Dengan anggaran yang luar biasa besar untuk pengeluaran pertama mereka, kelompok band ini –bersama produser/pelaksana Roy Thomas Baker– menjadi “gila”.
Bahkan dengan standar Freddy Mercury dan kawan-kawan –yang menganggap sikap menahan diri dan tenang merupakan ciri membosankan yang khas dari band yang bukan Queen– perhatian yang dilimpahkan terhadap Bohemian Rhapsody sungguh luar biasa.

Image captionQueen mulai merekam A Night at the Opera dengan produser Roy Thomas Baker pada 24 Agustus 1975.

Rekaman dimulai pada 24 Agustus 1975, di sebuah studio di Wales.
Tetapi penyanyi Freddy Mercury telah mengerjakan lagu itu selama bertahun-tahun, aslinya nada yang disebut The Cowboy Song ditempatkan di antara baris, “Mama, just killed a man”.
Pertama kali Baker mendengar lagu itu di apartemen Mercury dan menyadari lagu itu dirancang untuk melampaui semua yang pernah dicoba Queen sebelumnya.
Di tengah-tengah penampilan solonya, Freddy mendadak berhenti dan berkata, “Di bagian inilah munculnya bagian opera itu.”
Freddy Mercury pun tergelak
Mercury dan Baker tergelak, tetapi penyanyi itu sesungguhnya tidak sedang berkelakar.
Band ini biasanya menuliskan lagu-lagu secara sendiri-sendiri sebelum membawanya ke studio supaya disimak oleh anggota yang lainnya, dan begitu pula adanya dengan Bohemian Rhapsody.
Kita hanya dapat membayangkan reaksi ketika Mercury menguraikan enam bagian opus itu, dengan penyanyinya berperan bak konduktor selain sebagai anggota band.
Sungguh kasihan alat perekam analog 24 trek yang harus mengolah karya sangat rumit itu.
Ditambah kecenderungan Freddy Mercury yang terus menambahkan layer vokal yang baru -boleh dikata setiap hari.

Image captionLagu ini kembali ke tangga lagu di tahun 1992 setelah ambil bagian dalam film Wayne's World.

Tak heran kalau dibutuhkan waktu berbulan-bulan dan setengah lusin studio untuk menyatukannya.
Rangkaian lagu itu dimulai dengan akapela, diikuti dengan segmen balada yang didominasi piano yang terdengar bak sebuah eulogy (“Goodbye, everybody, I've got to go...”), petikan gitar solo yang mengarah ke bagian vokal saling bersahutan dalam pemunculan suatu neo-opera, sebuah ledakan hard-rock (tanda head-banging pada Wayne's World), dan akhirnya sebuah penutup kontemplatif.
Bagian opera saja menghabiskan 180 trek vokal, sebagai efek dari paduan suara Mormon Tabernacle Choir yang ibaratnyadi bawah pengaruh steroidyang membuat pita analogyang digunakan merekam, semakin tipis saja karena Mercury terus menambahkan teriakan “Galileo!”
Dia juga melibatkan komedi Italia (badut Scaramouche), tarian rakyat Spanyol (fandango), opera-opera karya Rossini dan Mozart (Figaro) dan tempat kelahirannya di Zanzibar (“Bismillah” - “Dengan nama Allah”).
'Apa kamu sudah sinting?'
Apa arti semua itu?
Mercury tidak pernah menjelaskan pada mereka yang mewawancarai, apalagi teman-teman bandnya.
Dia lebih suka membiarkan para pendengar memutuskan sendiri makna dari lagu tersebut.
Reaksi terhadap perusahaan rekaman yang dimiliki band itu sendiri dapat disimpulkan dengan tiga kata: “Apakah kamu sudah sinting?”.
Para eksekutif berusaha membuat Queen memotong lagu itu agar lebih mudah diterima di radio, agar memperoleh bentuk yang lebih siap untuk dimengerti oleh para pemrogram yang terbiasa dengan single sepanjang tiga menit.
Tetapi band itu menolaknya.
Untuk menambahkan kemeriahan, mereka membuat video yang sama ambisiusnya. Bertahun-tahun sebelum MTV membuat video-video yang ditujukan untuk menjual lagu-lagu single, Queen dan sutradara Bruce Gowers mengarang suatu gabungan antara pertunjukan live dengan efek visual yang melengkapi sensasi getaran lagu itu.
Lagu, video, kemegahan dan kemencolokan dari semuanya mengubah Queen menjadi bintang stadium-rock.

Image captionApa arti semua itu? Mercury tidak pernah menjelaskan pada mereka yang mewawancarai, apalagi teman-teman bandnya.

Tetapi ketika Mercury meninggal di usia 45 di tahun 1991, band itu mundur dari pandangan publik.
Kemudian datanglah Mike Myers. Aktor itu belakangan mengaku bahwa dia harus berjuang untuk memasukkan Bohemian Rhapsody ke dalam adegan di dalam mobil yang kemudian jadi terkenal itu di Wayne's World; film itu sudah selesai syuting ketika Mercury meninggal.
Sutradara Penelope Spheeris ingin menggunakan lagu yang lebih anyar dalam adegan tersebut, tetapi Myers –seperti halnya Queen waktu itu– berkeras, dan mengancam akan mundur jika dia tidak keinginannya itu tak dipenuhi.
Sikap keras kepala itu berbuah, dan perkataan Wayne pada teman-temannya di dalam mobil di film itu menandai kembalinya Queen: “Saya pikir kita akan mulai dengan sedikit Bohemian Rhapsody, tuan-tuan.”
Atau, seperti yang sering dikatakan Mercury selama rekaman versi asli, “Saatnya untuk menambahkan beberapa Galileo lagi, sayang.”
Greg Kot adalah seorang kritikus musik di Chicago Tribune.

sumber: http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2015/09/150905_vert_cul_rock_klasik

Selasa, 01 November 2016

PENGERTIAN MASYARAKAT DESA DAN KOTA SERTA PERBEDAANNYA


Nama  :  Kevin Raven Dicaprio Adams
Kelas   : 1IC08
NPM   :  23416869
Dosen :  Ahmad Nasher

UNIVERSITAS GUNADARMA


PENGERTIAN MASYARAKAT DESA DAN KOTA

SERTA PERBEDAANNYA



Warga belajar--sekalian, Dalam pembahasan Mata pelajaran sosiologi-antropologi kemarin dikelas kita sudah mempelajari tentang pengertian masyarakat yang dapat kita simpulkan bahwa masyarakat merupakan sekumpulan individu yang menempati suatu wilayah tertentu dengan batas-batas yang jelas dan adanya hubungan yang kuat di antara mereka sesama anggota kelompoknya.

Berikutnya akan kita pahami tentang masyarakat menurut jenisnya atau tipenya yang secara umum dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
a. Masyarakat tradisional (sederhana) dan masyarakat modern.
b. Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. 

Disini kita akan membahas pengertian masyarakat desa dan Masyarakat kota, serta perbedaan dari keduanya. sebagai berikut :
 
A. Masyarakat Desa (Rural Society)

Secara awam masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.

Adapun ciri-ciri masyarakat desa antara lain :

  1. Anggota komunitas kecil
  2. Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan
  3. Sistem kepemimpinan informal
  4. Ketergantungan terhadap alam tinggi
  5. Religius magis artinya sangat baik menjaga lingkungan dan menjaga jarak dengan penciptanya, cara yang ditempuh antara lain melaksanakan ritus pada masa-masa yang dianggap penting misalnya saat kelahiran, khitanan, kematian dan syukuran pada masa panen, bersih desa.
  6. Rasa solidaritas dan gotong royong tinggi
  7. Kontrol sosial antara warga kuat
  8. hubungan antara pemimpin dengan warganya bersifat informal
  9. Pembagian kerja tidak tegas, karena belum terjadi spesialisasi pekerjaan
  10. Patuh terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di desanya (tradisi)
  11. Tingkat mobilitas sosialnya rendah
  12. Penghidupan utama adalah petani. 


B. Masyarakat Perkotaan

 
Warga belajar--sekalian, Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.

Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. Lahan pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.

Ciri-ciri masyarakat kota (urban) antara lain :
  1. Kehidupan keagaam berkurang, karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler
  2. Sikap mandiri yang kuat  dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingg cenderung individualistis
  3. Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/ keahlian
  4. Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan.
  5. Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang matang.
  6. Masyarakat cerderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu (slum) 
  7. Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi
  8. Kontrol sosial antar warga relatif rendah
  9. Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi keterampilan
  10. Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat dinamis, memamanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.
Untuk lebih jelasnya dan memudahkan memahami tentang perbedaan masyarkat desa dan masyarakat kota ini dapat kita lihat dalam tabel dibawah ini :
            -----
TABEL PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
NO
ASPEK
MASYARAKAT PEDESAAN
MASYARAKAT PERKOTAAN
1.
Lingkungan dan orientasi terhadap alam
Kenyataan alam sangat menunjang kehidupan
Cenderung bebas dari kenyataan alam
2.
Pekerjaan/ mata pencaharian
Yang menonjol adalah bertani, nelayan, beternak
Beraneka ragam dan terspesialisasi
3.


C. Kesimpulan      masyarakat Desa dan Kota tentunya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari gaya hidup, aktivitas, tradisi dan kehidupan sehari-hari. Masyarakat Desa cenderung masih sangat sederhana dalam hal apapun contohnya dari mata pecaharian. Berbeda dari masyarakat kota yang sudah moden. Pemerintah harus memperdayakan masyarakat desa agar tidak tertinggal oleh zaman yang sudah modern. Dan setiap lingkungan perlu adanya kesatuan antar masyarakat tersebut, masyarakat kota cenderung Individualis terhadap lingkngan disekitarnya. Kebiasaan tersebut harus dihilangkan.





sumber: http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html

Rabu, 26 Oktober 2016

LOKOMOTIF CC206

Lokomotif CC206

Lokomotif CC 206 adalah lokomotif diesel elektrik terbaru milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) buatan General Electric TransportationAmerika Serikat. Lokomotif ini memiliki 2 bogie dengan konfigurasi C-C (Co'Co'), yaitu 3 buah roda penggerak di setiap bogie-nya. Perbedaan dengan lokomotif diesel elektrik GE lainnya dengan jenis yang sama adalah lokomotif ini memiliki 2 kabin masinis di ujung muka dan belakang seperti halnya lokomotif di Eropa pada umumnya. Lokomotif CC 206 diperuntukkan untuk angkutan barang dan penumpang di Pulau Jawa dan akan didatangkan juga ke Sumatera Selatan pada tahun 2016. Lokomotif CC 206 lebih canggih dibandingkan lokomotif GE sebelumnya, dengan tenaga lebih besar dan tingkat emisi gas buang lebih rendah. Mengingat berat lokomotif ini 90 ton dengan beban gandar sebesar 15 ton, maka jalur rel di Jawa juga disesuaikan untuk mengakomodir lokomotif ini.

Sejarah kedatangan CC 206

Awal mula lokomotif berkabin ganda dapat dilacak dari keberadaan lokomotif-lokomotif yang sudah berumur seperti CC 201, BB 301,BB 304. Namun, semua lokomotif itu sudah berumur lebih dari 30-40 tahun dan banyak dilakukan pengafkiran/perucatan terhadap lokomotif itu (apalagi CC 200 sudah berumur di atas 60 tahun dan seluruh BB 305 telah dirucat). Lokomotif berkabin ganda tersebut didesain agar tidak perlu diputar di pemutar rel (turntable) sebelum beroperasi menarik rangkaian kereta.
Pada dekade 2000-2010-an, ide muncul dalam diri perusahaan PT KAI, bagaimana jika PT KAI memiliki lokomotif yang kuat, berkabin ganda, dan dilengkapi teknologi komputer semacam GE BrightStar™ Sirius yang sebelumnya ada pada lokomotif CC 204, juga memiliki layar display canggih karena meskipun telah terkomputerisasi, CC 204 belum memiliki layar display seperti CC 206. Selain itu, dengan berkabin ganda, lokomotif itu tidak perlu lagi diputar di atas pemutar rel.
Pengadaan CC 204 selama beberapa tahun terakhir juga kurang efisien, karena per tahunnya hanya sedikit lokomotif diproduksi tetapi kebutuhan lokomotif cukup banyak. Akhirnya, ide pemesanan lokomotif CC 206 ke General Electric muncul pada tahun 2010 untuk menambah jajaran armada PT KAI dan akan digunakan untuk angkutan barang di Pulau Jawa. Juga pemesanan lokomotif kali ini tidak sedikit-sedikit seperti CC 204, melainkan dengan jumlah banyak, menjadi rekor pemesanan lokomotif terbanyak PT KAI karena pengadaan lokomotif kali ini mendatangkan 100 unit dalam 1 tahun saja meskipun datang dalam beberapa generasi, tidak seperti CC 204 yang butuh waktu lebih dari 5 tahun sampai ke-37 unit lokomotif tersebut selesai diproduksi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pada tahun 2012 dipesanlah lokomotif CC 206 (CM20EMP) sebanyak 100 unit sekaligus ke General Electric Transportation tanpa bogie. Bogie dirakit oleh PT Barata Indonesia (Persero). Sesudah sampai di pelabuhan Tanjung Priok, loko-loko itu akan dibawa ke Balai Yasa Yogyakarta untuk pasang bogie sebelum kemudian beroperasi mulai tahun 2013. Mulai tahun 2015, lokomotif CC 206 akan didatangkan lagi dengan jumlah 50 unit  dengan rincian 30 unit turun di Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2015 dan 20 unit turun di Pelabuhan Panjang pada tahun 2016.
Saat ini seluruh lokomotif CC206 telah berada di Indonesia dan digunakan untuk semua operasional kereta api barang dan penumpang ekspres di Indonesia. Dengan tibanya lokomotif CC 206 generasi kedua, maka akan ada 150 unit CC 206, yang jumlahnya melebihi CC201 (144 unit, 131 beroperasi, 7 dijadikan CC204, 6 rusak).

Desain, mesin, spesifikasi, perangkat elektronik, dan kelebihan

LOKOMOTIF CC206
Lokomotif CC206
CC 206 13 31 milik Dipo Induk Yogyakarta menarik kereta api Argo Dwipangga di Stasiun Purwokerto
Sumber tenaga:
Diesel elektrik
Perusahaan pembuat:General Electric Transportation
Model:GE CM20EMP
Tanggal dibuat:2012-2013, 2015-2016
Jumlah dibuat:150 buah
Data teknis
Roda
Konfigurasi:0-6-6-0
Susunan roda AAR:C-C
Klasifikasi UIC:Co'Co'
Bogie:Fabricated Bogie (PT Barata Indonesia Persero)
Dimensi
Lebar sepur:1067 mm
Panjang:15.849 mm
Lebar:2.743 mm
Tinggi (maksimum):3.695 mm
Beban gandar:15 ton
Berat
Berat kosong:90 ton
Bahan bakar dan kapasitas
Jenis bahan bakar:High-Speed Diesel
Mesin, motor traksi, dan converter
Penggerak utama:GE 7FDL-8
Jenis mesin:Diesel 4 langkah
Aspirasi:Turbocharger
Alternator:GE 761
Generator:GE GT601
Motor traksi:6
Silinder
Jumlah silinder:8 buah
Transmisi dan kinerja
Kecepatan maksimum:120 s.d. 140 km/jam
Daya mesin:2.250 hp
Lain-lain
Rem lokomotif:Westinghouse 26L
(Terdiri atas: rem udara tekan dynamic brake, rem parkir)
Sistem keselamatan:LOCOCOMM™, LOCOTROL® Distributed Power, Train Control/SCADA, Ultra Cab II Signaling, GE Integrated Function Display™, GE BrightStar™ Microprocessor and Computer System
Tipe bell: Graham White GW373 E-Bell
Tipe klakson: Nathan P-2 horn
Informasi kepemilikan dan karier
Perusahaan pemilik:PT Kereta Api Indonesia
Julukan:Si Puongs
Daerah operasi:Pulau JawaSumatera Selatan
Pertama dinas2013 (generasi I)
2015 (generasi IIA)
2016 (generasi IIB)
Keadaan:Semua beroperasi

Desain bentuk lokomotif

CC 206 dibuat saat PT KAI membutuhkan lokomotif double cabin, maka GE membuat lokomotif double cabin ini dengan desain yang mirip beberapa lokomotif GE baik itu di Indonesia maupun bukan. Desain kepala dan body CC 206 sangat mirip dengan salah satu lokomotif GE yaitu British Rail Class 70 seri GE PowerHaul yang beroperasi di Britania Raya, tetapi CC 206 menggunakan 2 kaca depan, yang mengikuti lokomotif CC 203. Sedangkan lampu lokomotifnya masih mengikuti desain lok GE sebelumnya yang beroperasi di Indonesia. Bentuk pintu masuk kabinnya mirip dengan yang ada di CC 203.

Mesin, spesifikasi lokomotif, dan perangkat elektronik

Mesin lokomotif CC 206 adalah GE 7FDL-8 versi terbaru yang emisinya setingkat dengan emisi lokomotif Dash-9 di Amerika Serikat, dengan daya mesin sebesar 2250 hp, setara dengan tenaga keluaran lokomotif CC 202, dan 100 daya kuda lebih tinggi dari tenaga keluaran lokomotif CC 203 (2150 hp). Sedangkan untuk perangkat elektroniknya menggunakan komputer GE BrightStar™ Sirius yang dipadukan dengan layar monitor GE Integrated Function Display™ (GE IFD) seperti yang ada di lokomotif Dash-9. Ini menjadikan CC 206 merupakan lokomotif dengan layar monitor komputer kendali kedua di Indonesia setelah CC 205, dan lokomotif GE pertama di Indonesia dengan teknologi layar display tersebut. Lokomotif ini juga menggunakan klakson yang berbeda dari lokomotif sebelumnya, yang membuat lokomotif ini dijuluki "Si Puong". Daya angkut lokomotif ini bisa mencapai 30 gerbong barang, dan 16 gerbong penumpang untuk satu lokomotif penarik.

Alokasi CC 206

Lokomotif CC 206 generasi pertama ditempatkan di hampir seluruh dipo induk lokomotif yang ada di Pulau Jawa untuk angkutan barang maupun penumpang. Di Jawa, hanya Dipo Induk Madiun dan Dipo Induk Jember yang tidak memiliki lokomotif CC206.
CC 206 mulai ditugaskan membawa KA penumpang terutama KA penumpang dengan rangkaian panjang dan KA penumpang yang di perjalanan harus memutar lokomotif untuk berbalik arah sejak dimutasinya lokomotif CC 204 generasi kedua ke Pulau Sumatera.
Sebelumnya, CC 206 hanya berdinas sebagai lokomotif penarik KA barang saja. Saat ini lokomotif CC 206 dialokasikan untuk menarik semua jenis kereta, baik kelas eksekutif, bisnis, ekonomi jarak jauh bahkan lokal, maupun kereta barang, meskipun prioritas utama adalah menarik kereta barang, khususnya kereta rangkaian panjang dan kereta kelas eksekutif.
Kini, mayoritas lokomotif CC 206 berada di Dipo Lokomotif SidotopoSurabaya. Terdapat 34 lokomotif CC 206 di sana. CC 206 sebagian besar berada di Sidotopo karena depot ini memiliki banyak lok CC 201 generasi pertama yang (mungkin saja) akan pensiun, maka CC 206 didatangkan untuk menggantikannya.
Khusus untuk CC206 generasi II, mulai dari nomor CC206 15 01 sampai 11 dialokasikan di Jawa, sementara mulai dari nomor CC206 15 12 sampai 39, akan dialokasikan di Dipo Kertapati, Palembang, yang berada di wilayah Subdivre III.1 Sumatera Selatan, meskipun beberapa lokomotif yang telah tiba diuji terlebih dahulu di Jawa. Pengiriman lokomotif dari Jawa ke Lampung dimulai bulan Januari 2016, dengan 5 unit setiap pengiriman.
Nomor CC206 16 01 sampai 11 yang kini sudah tiba di Indonesia rencananya akan dialokasikan di Dipo Tanjung Karang, Bandar Lampung, yang berada di wilayah Divre IV Tanjung Karang. Di Sumatera Selatan, lokomotif CC206 difokuskan untuk menarik kereta api barang, khususnya batu bara.
Berikut adalah daftar terbaru (sementara) mengenai alokasi lokomotif CC 206.
Depot indukLokomotif
Jatinegara (JNG)
= 22 unit
CC 206 13 60, CC 206 13 64, CC 206 13 70, CC 206 13 71, CC 206 13 72, CC 206 13 73, CC 206 13 74, CC 206 13 75, CC 206 13 76, CC 206 13 77, CC 206 13 78, CC 206 13 79, CC 206 13 81, CC 206 13 86, CC 206 13 87, CC 206 13 88, CC 206 13 89, CC 206 15 01, CC 206 15 02, CC 206 15 03, CC 206 15 04, CC 206 15 05
Bandung (BD)
= 13 unit
CC 206 13 02, CC 206 13 20, CC 206 13 21, CC 206 13 54, CC 206 13 55, CC 206 13 80, CC 206 13 82, CC 206 13 90, CC 206 13 94, CC 206 13 95, CC 206 13 96, CC 206 13 97, CC 206 13 98
Cirebon (CN)
= 8 unit
CC 206 13 03, CC 206 13 05, CC 206 13 33, CC 206 13 34, CC 206 13 56, CC 206 13 59, CC 206 13 68, CC 206 13 93
Semarang Poncol (SMC)
= 3 unit
CC 206 13 07, CC 206 13 65, CC 206 13 66
Purwokerto (PWT)
= 13 unit
CC 206 13 22, CC 206 13 23, CC 206 13 28, CC 206 13 43, CC 206 13 44, CC 206 13 57, CC 206 13 58, CC 206 13 61, CC 206 13 83, CC 206 13 91, CC 206 15 06, CC 206 15 07, CC 206 15 08
Yogyakarta (YK)
= 16 unit
CC 206 13 01, CC 206 13 04, CC 206 13 06, CC 206 13 26, CC 206 13 27, CC 206 13 30, CC 206 13 31, CC 206 13 62, CC 206 13 63, CC 206 13 67, CC 206 13 69, CC 206 13 84, CC 206 13 85, CC 206 13 92, CC 206 13 99, CC 206 13 100
Sidotopo (SDT)
= 36 unit
CC 206 13 08, CC 206 13 09, CC 206 13 10, CC 206 13 11, CC 206 13 12, CC 206 13 13, CC 206 13 14, CC 206 13 15, CC 206 13 16, CC 206 13 17, CC 206 13 18, CC 206 13 19, CC 206 13 24, CC 206 13 25, CC 206 13 29, CC 206 13 32, CC 206 13 35, CC 206 13 36, CC 206 13 37, CC 206 13 38, CC 206 13 39, CC 206 13 40, CC 206 13 41, CC 206 13 42, CC 206 13 45, CC 206 13 46, CC 206 13 47, CC 206 13 48, CC 206 13 49, CC 206 13 50, CC 206 13 51, CC 206 13 52, CC 206 13 53, CC 206 15 09, CC 206 15 10, CC 206 15 11
Kertapati (KPT)
= 28 unit
CC 206 15 12 s.d. CC 206 15 39
Rencana alokasi di Tanjung Karang (TNK)
= 11 unit
CC 206 16 01 s.d. CC 206 16 11
Keterangan
  • Seluruh lokomotif CC 206 saat ini sudah menggunakan logo PT KAI dan livery terbaru.
  • Seluruh lokomotif CC 206 menggunakan nomor sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 tahun 2010.
  • Seluruh lokomotif CC 206 dipasangi terali besi berbentuk kotak-kotak pada kaca depan dan samping kabin masinisnya, dan mungkin akan dilepas saat masuk Perawatan Akhir di Balai Yasa Yogyakarta nanti.
  • Tulisan "Dipo Induk" pada lokomotif CC206 terletak di bawah logo PT KAI, kecuali CC 206 13 51, dengan berbagai font tiap depot induknya.
  • Seluruh lokomotif CC206 menggunakan bemper berwarna merah. Pada awal dinasnya bemper lokomotif CC206 berwarna hitam.
  • Lokomotif bernomor CC 206 13 87 dan CC 206 13 88 adalah lokomotif andalan kereta api luar biasa (KLB) khusus kepresidenan. Namun saat ini tugasnya digantikan oleh CC 206 13 71 dan CC 206 13 72.
  • Plat nomor lokomotif CC206 generasi I menggunakan font Arial bold dan ditulis sebagai CC 206 13 xx dengan xx mulai dari 01 hingga 100. Sementara untuk CC206 generasi IIA dan IIB menggunakan font Arial regular dan ditulis sebagai "CC206 15 xx" dengan xx mulai dari 01 hingga 39 & CC 206 16 xx dengan xx mulai dari 01 hingga 11.

Insiden

  • Pada tanggal 12 September 2013, terjadi kebakaran di permukiman penduduk, di Kelurahan SukoharjoKecamatan KlojenKota Malang. Akibatnya, lokomotif CC 206 13 16 ikut terbakar. Dikisahkan, api berasal dari belakang rumah warga yang sedang memasak lalu ditinggal. Kemudian api berkobar menjilat sepeda motor Honda Supra yang terparkir 2 meter dari kompor. Api melahap seluruh dapur. Karena letak dapur berada 2 meter dari rel KA menuju Depo Pertamina, api pun ikut membakar lokomotif CC 206 13 16 yang langsir kereta api angkutan BBM Pertamina. Akibatnya, lokomotif hangus terbakar.[2] Seluruh korban mengalami luka di kaki dan muka.[3]
  • Pada tanggal 4 April 2014, pukul 18.30 WIB, kereta api Malabar anjlok di km 224, Kampung Terung, RT 005 RW 009, Desa MekarsariKecamatan KadipatenKabupaten Tasikmalaya, yang disebabkan karena rel KA tergerus longsor. Akibatnya, dua gerbong eksekutif, K1 0 67 27 dan K1 0 67 22 beserta lokomotif CC 206 13 55 terperosok lalu keluar rel. Akibat beratnya medan, evakuasi lokomotif CC 206 13 55 terhambat.[4]
  • Pada tanggal 4 Mei 2014, lokomotif CC 206 13 69 beserta gerbong pembangkit (P 0 08 01) yang menarik kereta api Bogowonto terguling setelah menabrak truk kontainer di CirebonJawa Barat. Tidak ada korban jiwa, namun masinis dan beberapa penumpang terluka. Kejadian ini menyebabkan jadwal kereta terhambat dan evakuasi berjalan sulit karena bobot CC 206 yang berat.[5][6]
  • Pada tanggal 9 Maret 2015, kereta api Argo Bromo Anggrek yang ditarik CC 206 13 68 menabrak sebuah truk pasir nopol G 1827 CC di Desa Ngasinan, WeleriKendal. Akibatnya, truk rusak parah dan sopir truk tewas seketika. [7]
Lokomotif CC 206 13 23 sedang menarik kereta api Argo Lawu, salah satu loko CC 206 yang mengalami kerusakan parah di kabin masinissetelah menabrak gerbong pengangkut pipa besar.
  • Pada tanggal 23 Mei 2015, CC 206 13 23 dan beberapa gerbong kereta api Bangunkarta tergelincir dan terguling di Stasiun Waruduwur, Cirebon sampai akhirnya menabrak rangkaian kereta api pipa besar dengan nomor Gapeka 2502. Akibatnya, puluhan orang luka-luka dan sejumlah kereta api lintas utara harus memutar lewat Stasiun Kroya.[8]
  • Pada tanggal 29 Agustus 2015, lokomotif CC206 15 07 yang sudah diberi plat nomor menabrak sepur badug dan sebuah warung di dekat Balai Yasa Yogyakarta, karena gagal uji rem. Manager corporate communication Daop 6 Jogja, Gatut Sutiyatmoko, meyakini bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh kegagalan rem. Saat itu Balai Yasa bekerja sama dengan GE Transportation untuk mengujicobakan lokomotif CC206.[9]
  • Pada tanggal 9 September 2016, CC 206 13 13 milik Dipo Induk Sidotopo yang sedang menarik kereta api semen ditabrak kereta derek pemeliharaan listrik aliran atas (LAA) di km 46+500 petak Bojonggede–Cilebut, tak jauh dari stasiun Bojonggede. Kejadian ini mengakibatkan kabin CC 206 tersebut ringsek ditabrak kereta derek dan mengganggu jadwal perjalanan KA Commuter Jabodetabeklintas Bogor-Jakarta.


sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Lokomotif_CC206

TENTANG K3 DI BIDANG JASA (PELABUHAN)

TENTANG K3 DI BIDANG JASA (PELABUHAN) 1.1       Pengertian K3 Di Bidang Jasa Kesehatan kerja adalah merupakan bagian dari kesehatan m...